Review Film The Prestige, Keajaiban Sulap dalam Film

308

 
The Prestige, sebuah film penuh bintang dan penuh dengan berbagai plot twist yang tidak pernah berhenti ini dapat diatur dan dipresentasikan secara rapi oleh Christopher Nolan, sutradara yang dikenal dengan alur ceritanya yang non-linier di film-film sebelumnya, yaitu Following, Memento, dan Batman Begins.
Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris yang cukup terkenal seperti Christian Bale, Hugh Jackman, Michael Caine, Scarlett Johansson, Rebecca Hall, Andy Serkis, dan lain-lain. Walaupun dibintangi oleh berbagai aktor dan aktris papan atas, setiap karakter dalam The Prestige mempunyai peran yang sangat penting dalam cerita dan tidak mudah dilupakan. Kemampuan akting para aktor dan aktris dalam film ini patut diapresiasi, terutama kemampuan Christian Bale dalam menjalani perannya sebagai Alfred Borden, seorang pesulap dengan sifat yang selalu berubah-ubah setiap harinya dan mendedikasikan hidupnya untuk sulap. Hugh Jackman juga sangat baik dalam memerankan Robert Angier, seorang pesulap yang sangat berdedikasi dalam merancang pertunjukan sulapnya dan dalam bersaing dengan pesulap lain.

Hal yang sangat menarik dalam film ini adalah alur cerita dan ketegangan yang disajikan Christopher Nolan dan Jonathan Nolan. Dijelaskan dalam film ini bahwa setiap aksi sulap meliputi tiga aksi, aksi pertama disebut “The Pledge”, pesulap menunjukkan sesuatu yang biasa saja kepada penonton, aksi kedua disebut “The Turn”, pesulap melakukan sulap pada sesuatu yang biasa tersebut, sebagai contoh yaitu menghilangkannya, tetapi pertunjukkan sulap tidak cukup dengan menghilangkan sesuatu, maka diperlukan aksi ketiga yang disebut “The Prestige”, pesulap mengembalikan benda yang biasa tersebit dan menunjukkannya pada penonton. Christopher Nolan dan Jonathan Nolan mengaplikasikan prinsip dalam film tersebut ke alur cerita film. Christopher Nolan dan Jonathan Nolan juga dapat menberikan kejutan-kejutan, seperti dalam pertunjukkan sulap, dalam bentuk plot twist sehingga dalam film ini digambarkan tentang kehidupan dan persaingan antara dua pesulap sebagai sebuah pertunjukkan sulap yang besar dengan ketiga aksi tersebut, yaitu “The Pledge”, “The Turn”, dan “The Prestige”.

Hal yang saya sukai dari The Prestige adalah bagaimana sutradara Christopher Nolan dapat mengatur dengan rapi alur cerita yang berputar-putar dan peran dari banyaknya actor dan aktris bintang di film tersebut, Nolan juga dapat menjaga atmosfer dan membuat penonton untuk tetap fokus di sepanjang film, suasana persaingan dan berbagai plot twist di film ini juga didukung dengan pengeditan yang baik dan rapi dalam menyajikan berbagai cuplikan-cuplikan gambar dan flashback yang merupakan tipikal Christopher Nolan.. Selain itu saya menyukai film ini karena tema dan cerita yang disajikan sangat cocok, saat menonton film ini kita seperti menonton pertunjukkan sulap, yaitu dengan banyaknya “kejutan” dan penonton selalu mencari sebuah jawaban, dan seperti film-film Christopher Nolan lainnya, banyak clue-clue yang mengarah ke jawaban tersebut di sepanjang film, bahkan sampai kita bisa tidak menyadari bahwa jawaban tersebut ada di depan mata kita.

linebreak

Ini adalah artikel review dari komunitas Cinemags dan telah disunting sesuai standar penulisan kami. Andapun bisa membuatnya di sini.




Leave a Reply

Your email address will not be published.