Review Film The Secret Life of Pets

Review Film The Secret Life of Pets – Menghibur, Namun Mudah Dilupakan

105

Review Film The Secret Life of Pets

Pernahkah membayangkan apa yang sebenarnya diperbuat oleh hewan peliharaan ketika sang majikan tengah meninggalkan mereka? Pemikiran itulah yang menjadi fondasi dasar dari film animasi teranyar persembahan studio animasi Illumination Entertainment yang sebelumnya mendulang sukses lewat franchise Despicable Me dan kisah spin-off-nya Minions.

Jika mau dibandingkan, The Secret Life of Pets sekilas seperti memiliki formula yang serupa dengan film animasi fenomenal produksi Pixar, Toy Story, yaitu melihat sudut pandang lain dari benda atau makhluk di sekitar kita. Namun, jika dalam Toy Story lebih imajinatif, karena yang menjadi fokus utamanya adalah mainan-mainan yang notabene adalah benda mati, di film hasil arahan Chris Renaud dan Yarrow Cheney ini fokusnya adalah hewan-hewan peliharaan, yang lebih dekat dengan apa yang ada di dunia nyata.

How if it’s all truly happen? Seekor anjing yang terkenal sebagai sahabat manusia dan memiliki rasa kecintaan yang tinggi pada majikan diilustrasikan lewat karakter Max (Luois C.K.) yang selalu sedih ketika sang pemilik hendak meninggalkannya untuk menjalankan aktivitas sehari-harinya, pun menantikan kepulangannya adalah suatu hal yang menggembirakan baginya. Selain itu masih ada si kucing pemalas Chloe (Lake Bell), Gidget (Jenny Slate) anjing pomerian kecil menggemaskan, Mel (Bobby Moynihan) bulldog hiperaktif, serta beberapa hewan menggemaskan lain yang awalnya digambarkan memiliki kebiasaan seolah nyata adanya.

Jika menyukai tingkah gemas, aneh nan menyebalkan para makhluk kuning di Despicable Me bernama Minions, besar kemungkinan akan mudah jatuh cinta pada film ini. Selain rumah produksi dan sutradara yang sama, warna visualisasi yang senada, serta narasi yang memang hanya disajikan untuk menghibur rasanya bakal ampuh menarik simpati.

Tapi, ada satu hal yang luput, film ini cenderung forgettable, tak ada kesan berarti setelah menontonnya.  Dari plot utamanya, menceritakan tentang rivalitas dua makhluk yang sama seharusnya bisa menjadi kekuatan dalam film ini. Sayangnya, alih-alih mennyampaikan pesan berarti dan mengharukan seperti Toy Story, film ini hanya berkisar tentang petualangan para binatang serta bagaimana perjalanan mereka menemukan rumah kembali. Padahal, jika saja premis awal yang dikedepankan tadi bisa lebih dikembangkan lagi, sejatinya rutinitas wajar binatang-binatang rumahan ini sudah menjadi keunggulan tersendiri  untuk menarik perhatian, khususnya bagi kalangan penyayang binatang ataupun bagi mereka yang memiliki piaraan hewan di rumahnya.

Terlebih judul yang diusung menggunakan kata ‘secret’, maka ekspektasi yang tercipta cenderung tentang bagaimana kehidupan hewan yang tidak diketahui oleh makhluk lain. Apa lacur, porsi narasi petualangan kental unsur fantasi yang terlalu memakan sebagian besar durasi membuat premis menarik itu jadi tertutupi.

Meskipun dari segi cerita dinilai dangkal, ada sisi lain yang layak diapresiasi, yaitu pemilihan sulih suara atau dubber yang tepat pada film ini. Karakter-karakter yang menggemaskan berhasil dihidupkan oleh peran yang tampaknya benar-benar sesuai. Louis C.K., Eric Stonestreet dan Jenny Slate adalah protagonis yang gampang disukai. Belum ada wadah yang lebih tepat bagi suara penuh energi nan kocak khas Kevin Hart untuk mengisi  suara karakter Snowball.

Secara keseluruhan dan ditinjau dari berbagai aspek, The Secret Life of Pets adalah film animasi menghibur melalui dialog kocak yang dipadupadankan dengan karakter hewan menggemaskan. Humor yang sedikit menggelitik serta tingkah laku aneh dari para tokoh disampaikan dengan cara sederhana. Alhasil, film ini hanya sekedar hiburan sesaat, tidak buruk, tapi tidak ada yang spesial pula.

Verdict: 3.5

Story: 3/ 5

Acting: 4 /5

Visual: 4.5 / 5

Directing: 2.5 /5