Review Film No – Selamat Tinggal Tuan Pinochet

31

Review Film No

Selain sebagai sebuah sarana hiburan, film juga dapat berfungsi sebagai media pembelajaran, khususnya yang menyangkut kajian sejarah dan ilmu politik. Dari film, penonton dapat mengetahui peristiwa bersejarah di suatu negara yang ditangkap dari sudut pandang yang menarik oleh para pembuatnya. Film asal Cili berjudul No ini adalah salah satu film yang memotret pergolakan politik di negaranya dengan cara yang menarik. Alih-alih mengangkat sisi kelam dari peristiwa politik, film ini lebih mengedepankan peranan sebuah iklan kampanye untuk kepentingan politik.

Ber-setting di tahun 1988, Cili sedang berada dalam sorotan dunia internasional setelah presiden incumbent Augusto Pinochet yang telah berkuasa selama 15 tahun diketahui telah menyingkirkan ribuan lawan politiknya untuk mengamankan kekuasaannya. Guna meredam perpecahan internal, PBB akhirnya mendesak pemerintah Cili agar mengadakan referendum bagi warga negaranya untuk memutuskan YA (Sí) atau TIDAK (NO) kepada sang diktator untuk kembali berkuasa selama delapan tahun lagi. Pihak TIDAK lalu menyewa jasa seorang praktisi periklanan bernama René Saavedra (Bernal) untuk membuat iklan kampanye TIDAK. Ketika ide kreatif dari René mulai mendapat perhatian publik, pihak lawan dengan segenap cara termasuk dengan mengancam nyawanya dan keluarganya berusaha menghentikan usaha René dan timnya sebelum referendum dimulai.    

Film ini diadaptasi dari naskah teater berjudul El Plebiscito yang mengetengahkan peristiwa bersejarah bangsa Cili yang dikenal dunia dengan sebutan “1988 plebiscite”. Karakter yang diperankan Gael García Bernal ditulis berdasarkan kisah hidup seorang praktisi periklanan bernama Eugenio García yang berperan besar dalam pembuatan iklan kampanye TIDAK.  Meski kental dengan nuansa politik, film ini tidak disajikan dengan persoalan berat. No justru termasuk ke dalam sebuah film politik yang mudah untuk dinikmati. Beberapa adegannya mengingatkan audiens pada Argo karena sama-sama menggunakan media massa untuk kepentingan politik, bedanya Argo bercerita tentang pembuatan film, sedangkan No lebih menonjolkan proses dan intrik dibalik pembuatan iklan kampanye TIDAK. Film ini juga bisa dijadikan sebuah studi komunikasi politik tentang pengaruh media massa dalam mengubah persepsi publik.

Film yang tayang terbatas di Amerika Serikat pada tahun 2013 ini digarap oleh Pablo Larraín, sineas ternama asal Cili yang telah menghasilkan beberapa karya berkualitas internasional seperti Tony Manero (2008) dan Post Mortem (2010). Untuk memberikan nuansa tahun 1980-an, Larraín dan sinematografernya syuting dengan menggunakan kamera video yang didukung oleh fitur U-matic 3:4, sebuah fitur yang banyak digunakan para jurnalis saat itu. Ketika tayang perdana di Cannes Film Festival, No dipuji para kritikus yang menyebutnya sebagai sebuah karya masterpiece. Para dewan juri festival pun sepakat untuk memberi film penting ini sebuah penghargaan prestisius Director’s Fortnight.