Review Film Don't Breathe

Review Film Don’t Breathe – More Like Thriller Than Horror

237

Review Film Don't Breathe
Ini adalah artikel review dari komunitas Cinemags dan tidak mencerminkan pandangan editorial Cinemags. Andapun bisa membuat artikel serupa di sini.
linebreak-720x40

Don’t Breathe bercerita tentang Rocky (Jane Levy), Alex (Dylan Minette), dan Money (Daniel Zevatto) yang merupakan sekelompok pencuri yang biasanya menargetkan rumah-rumah kosong. Suatu ketika mereka berencana merampok uang tunai yang ada di rumah seorang kaket tua dan buta. Namun setelah berhasil memasuki rumah kakek tersebut, tidak disangka-sangka “The Blind Man” ini lebih seram dari yan dibayangkan. Sehingga Rocky dkk terjebak dan tidak bisa keluar dari rumah tersebut.

Don’t Breathe berhasil menawarkan cerita yang simple, namun dieksekusi dengan sempurna. Plot film ini sangat simple, karena ber setting di satu rumah saja. Namun balutan aksi serta thriller yang ditawarkan film ini benar-benar menegangkan.

Alur film di 1/4 awal memang dipacu dengan pace lambat karena ingin memperkenalkan karakteristik para tokoh secara singkat. Namun setelah memasuki pertengahan, ketegangan menjadi satu-satu nya situasi yang ditawarkan film ini. Set up atmosfer yang sempurna akan membuat penonton merasakan ketegangan maksimal. Bunyi-bunyi kecil sepeti dering HP, pecahan kaca, lantai berderit dan lain-lain membuat nuansa tegang semakin kental di film ini. Penonton juga kan dibuat bingung ingin memihak pihak pencuri atau pihak yang dicuri, karena pihak yang dicuri disini juga memiliki motif jahat yang akan membuat penonton berpikir dua kali untuk memihak dia

Performa Stephen Lang sebagai The Blind Man juga patut diapresiasi. Dia berhasil membentuk karakter kakek-kakek kuat nan tangguh yang menjadi “hantu” bari para pencuri walaupun buta. Tidak heran karakter ini sering disebut sebagai “Retired Daredevil”

Keunggulan nya? Ketegangan yang intens berhasil diberikan kepada penonton dari pertengahan hingga akhir film, lalu plot twist yang cukup mengejutkan juga menjadi nilai plus sendiri, cerita yang sederhana namun berhasil dieksekusi dengan baik. Minim budget serta tidak menggunak efek atau CGI yang laris manis di kalangan Hollywood saat ini.

Kelemahan nya? Masih menggunakan musik sebagai senjata untuk mengangetkan penonton, sehingga tidak ada inovasi akan hal-hal baru yang ditawarkan dari segi film horror.

Kesimpulan nya Don’t Breathe sangat recommended untuk ditonton karena menawarkan plot sederhana dengan sejumlah kejutan yang menanti di tengah film. Dan IMO, film ini lebih ke genre Thriller-Action daripada Horror.

IMO, rating : 8/10