Review Film Deadpool – Vulgar, Kasar, Fun dan Sesuai Ekspektasi

29

Review Film Deadpool - Vulgar, Kasar, Fun dan Sesuai Ekspektasi

Ini adalah artikel review dari komunitas Cinemags untuk lomba review film Deadpool dan sama sekali tidak mencerminkan pandangan editorial Cinemags. Anda juga bisa ikut serta dalam lomba review film Deadpool di sini.

linebreak

Hype film ini sangat terasa dari akhir tahun kemarin. Iklan, video, dan promosi yang gencar mengindikasikan bahwa Deadpool akan membayar kekecewaan dari penonton setelah menonton X-mens Origin: Wolverine, dimana Deadpool (yang juga diperankan oleh Ryan Reynolds) yang merupakan karakter paling fun di film yang jujur saja, tidak sesuai ekspektasi, di“bungkam” dan membuat kecewa pembaca komik dan kebanyakan penonton. Jadi, apakah film ini sesuai dengan hype yang digadang-gadang oleh promosinya yang gencar? Menurut saya…IYA.

Bagi pembaca komik, karakter Deadpool merupakan sedikit dari karakter yang bisa breaking the 4th wall, karakter yang tahu bahwa ia adalah karakter komik dan sering protes apabila cerita tidak sesuai yang dia mau dan mengajak pembaca untuk berdialog, untuk penonton film mungkin bisa disamakan karakter Rob Gordon di High Fidelity yang diperankan oleh John Cussack. Karakter Deadpool di film ini sangat spot on, Ryan Reynolds seperti sangat menikmati perannya, pace film yang cepat diselingi humor yang mungkin sedikit kasar bagi beberapa orang dan cerita yang seperti ingin menunjukkan bahwa inilah cara membuat adaptasi komik yang tepat bagi karakter anti-hero seperti Deadpool (beberapa film Superhero seperti terlalu serius dan terlalu drama atau mungkim ambisius untuk membawa realitas ke dunia fantasi) membayar ekspektasi penggemar komik, dan juga penonton yang mencari film yang seru.

Jujur saja, ceritanya tidak istimewa, yang pasti bukan kelas Oscar atau sedalam Watchmen atau The Dark Knight, penggambaran karakter tidak semuanya sesuai di komik, terutama karakter favorit saya di film ini Negasonic Teenage Warhead (dia harus ada di film X-Mens berikutnya, she is literally the Bomb!!!) yang perannya berbeda dengan di komik, but hey, ini adaptasi komik dan jujur saja, selama cerita tetap mengalir dan tidak dipaksakan, lagipula tidak semua penonton adalah pembaca komik, cerita di film ini “mengalir” dan sesuai tema. Jadi, apakah film ini layak tonton? Jika kalian penggemar komik, IYA. Jika kalian mencari film yang fun & entertaining? IYA. Jika kalian suka dengan Mad Max: Fury Road, sensasi yang dirasakan setelah nonton ini bisa disamakan. Benar-benar menyenengkan!!!! Jadi penasaran apakah ada adegan yang dipotong mengingat film ini sangat vulgar, kasar dan penuh kekerasan haha, mengingat film Kingsman: The Secret Service dipotong adegan terbaiknya, pertarungan di gereja. Tapi terlepas itu semua, film ini sangat amat menyenangkan, saya akan nonton sekali lagi film ini nanti, dan menunggu uncensored version di DVD atau Blu-ray.