Review Film The BFG

Review Film The BFG – Memasuki Dunia Imajinasi Spielberg

617

Review Film The BFG

Melihat bangku bangku sutradara yang ditunggangi Steven Spielberg membuat The BFG terasa menjanjikan sesuatu. Benar saja, film yang diadaptasi dari buku berjudul sama karya Roald Dahl ini menyimpan sejumlah kejutan dalam imajinasi sederhana : dunia raksasa yang dijelajahi anak kecil.

Spielberg yang pernah menorehkan karya yang serupa pada E.T. the Extra-Terrestrial kini menyajikan kembali asupan lezat tersebut untuk para bocah kecil yang haus akan hiburan bertemakan fantasy. Plot utama yang menitikberatkan pada imajinasi seorang gadis cilik bernama Sophia (Ruby Barnhill) ini memang terasa segmented untuk dinikmati penonton berusia belia. Namun tak perlu khawatir, hal ini bukan berarti The BFG hanya menjadi film keluarga, karena masih ada porsi lain yang disisihkan untuk menghibur penonton dewasa.

Cerita ringan namun memiliki beberapa materi serius ini memang terasa lamban dari garis start. Pertemuan karakter Sophia dan sang raksasa  (Mark Rylance) seakan menjadi teka-teki utama kemana arah petualangan akan dibawa. Terlalu fokus pada penggambaran serta perjalanan tersebut membuat pertengahan film yang berdurasi 117 menit ini serasa tergelincir merosot ke bawah di bagian yang membosankan. Bahkan bisa dibilang, penonton tidak perlu khawatir untuk meninggalkan sejenak bangku bioskop pada bagian ini.

Kekurangan itu masih bisa ditepis oleh pesona kedua tokoh utama serta visualisasi apik yang seakan menghipnotis mata kita agar tetap menyaksikan indahnya dua unsur ini. Sophia memang tepat diperankan oleh Ruby Barnhill, sesuai dengan umurnya ia memancarkan aura polos anak kecil yang senang berimajinasi dan sangat friendly kepada siapa saja. Nampaknya Spielberg tidak salah memilih Mark Rylance sebagai raksasa. Meski dibantu oleh kecanggihan teknologi yang membuat ia menjelma menjadi raksasa, suara yang keluar dari mulutnya membuat penonton percaya bahwa Ia bukanlah manusia pada film itu.

Grafispun kembali menanjak naik pada bagian konflik yang harus dilalui sesaat sebelum menuju garis finish. Pertemuan BFG, Sophia, dan Sang Ratu membuat semua kalangan penonton dapat menikmati bagian terseru ini. Bagaimana tidak, perpaduan tingkah ‘luar biasa’ sang giant dan manusia-manusia yang dianggap ‘kerdil’, dialog-dialog kocak yang keluar dari mulut para tokoh berhasil meraih kembali atensi penonton yang sempat hilang.

Secara keseluruhan The BFG adalah sebuah family movie bertemakan fantasy yang menarik untuk dinikmati sebagai hiburan segar akhir pekan. Terlebih bagi yang ingin membawa sanak saudara berusia belia, ada pesan mendidik yang bisa disampaikan melalui film ini.

Verdict : 3.5

Story : 3.7/5

Acting : 4/5

Visual : 4.5/5

Directing : 3.5/5