Review Film Airport – Melodrama dalam Bencana

89

Review Film Airport

Film-film bergenre disaster sudah lama dibuat oleh filmmaker bahkan sejak era film bisu. Genre tersebut akhirnya berkembang dan mengalamu masa keemasan pada tahun 1970-an karena plot ceritanya yang lebih menonjolkan sisi drama dari para survivor ketimbang epiknya bencara itu sendiri. Airport adalah pelopor formula tersebut. Tidak hanya berhasil meraih pendapatan yang besar, film garapan George Seaton ini berhasil dinominasikan sepuluh nominasi Oscar, termasuk Best Picture.

Dikisahkan Mel Bakersfield (Lancaster) adalah manajer bandara Lincoln Inetrnational Airport yang tengah dilanda banyak kesulitan. Ia tidak hanya harus berjuang mengatur lalu lintas pesawat yang tengah dilanda cuaca buruk, tapi juga harus sabar terhadap istrinya yang mengancam untuk menceraikannya. Masalah yang dialami Bakersfield rupanya tidak berhenti sampai di situ karena salah satu pesawat yang dikemudikan oleh adik iparnya, Vernon Demerest (Martin) ternyata mengangkut penumpang yang membawa koper berisi bom untuk meledakkan pesawat tersebut.

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Arthur Halley, film bertabur bintang ini tetap setia pada pakem cerita dalam novelnya. Penampilan Burt Lancaster dan Dean Martin cukup apik, namun kredit terbesar harus disematkan pada performa Helen Hayes yang berperan sebagai wanita tua yang menjadi penumpang gelap. Di film ini, Hayes tampil menjengkelkan dan rela ditampar berkali-kali oleh lawan mainnya. Maka, tak heran bila piala Oscar jatuh ke tangannya.

Meski ketika dirilis, film ini mendapat respon yang negatif dari kritikus yang tidak familier dengan penyajiannya yang terlalu melodramatik, seiring waktu Airport mendapat tempat di hati kritikus karena terbukti berhasil membuat film-film disaster yang rilis setelahnya menggunakan formula yang sama.