Peran dan Tugas Seorang Sutradara Film

709

Sutradara adalah orang yang bertugas mengarahkan sebuah film sesuai dengan skenario. Skenario digunakan untuk mengontrol aspek-aspek seni dan drama. Pada masa yang sama, sutradara mengawal kru film dan pemeran untuk memenuhi wawasan pengarahannya. Sutradara juga berperan dalam membimbing kru dan para pemeran film dalam merealisasikan kreativitas yang dimilikinya.
Sutradara bertanggung jawab atas aspek-aspek kreatif pembuatan film, baik interpretatif maupun teknis. Ia menduduki posisi tertinggi dari segi artistik dan memimpin pembuatan film tentang “bagaimana yang harus tampak” oleh penonton. Selain mengatur tingkah laku di depan kamera dan mengarahkan akting serta dialog, sutradara juga mengontrol posisi beserta gerak kamera, suara, pencahayaan, dan hal-hal lain yang menyambung kepada hasil akhir sebuah film. Dalam melaksanakan tanggung jawabnya, sutradara bekerja bersama para kru film dan pemeran film, di antaranya penata fotografi, penata kostum, penata kamera dan lain sebagainya. Selain itu ia juga turut terlibat dalam proses pembuatan film mulai dari pra-produksi, produksi, hingga pasca produksi.
Tidak hanya harus mengerti soal kamera dan pencahayaan, sutradara juga harus bisa mengarahkan orang banyak bahkan berinteraksi langsung dengan para talent agar hasil filmnya bisa maksimal Jadi kali ini akan kami menjabarkan tugas seorang sutradara dari tahap pra produksi hingga pasca produksi.
6

Tahap Pasca Produksi

Interpretasi Skenario (script conference)

  • Analisa skenario yang menyangkut isi cerita, struktur dramatik, penyajian informasi dan semua hal yang berhubungan dengan estetika dan tujuan artistik film.
  • Hasil analisa didiskusikan dengan semua Kepala Departemen (sinematografi, artistik, suara, editing) dan Produser untuk merumuskan konsep penyutradaraan film.

Pemilihan Kru

Sutradara dan Produser memilih serta menentukan kru yang akan terlibat di dalam produksi.

Casting

Sutradara menentukan dan melakukan casting terhadap para pemain utama dan pendukung yang dibantu oleh Asisten Sutradara dan Casting Director.

Latihan/rehearsal

  • Kepada pemain utama, sutradara menyampaikan visi dan misinya terhadap penokohan yang ada di dalam skenario, lalu mendiskusikannya dengan tujuan untuk membangun kesamaan persepsi karakter tokoh antara sutradara dan pemain utama.
  • Sutradara melakukan pembacaan skenario (reading) bersama seluruh pemain untuk membaca bagian dari dialog dan action pemain masing-masing.
  • Sutradara melakukan latihan pemeranan dengan pemain utama.
  • Sutradara melakukan evaluasi terhadap hasil latihan pemeranan yang telah direkam sebelumnya.

Hunting

  • Hunting lokasi bersama penata fotografi, penata artistik, asisten sutradara, dan manajer produksi
  • Menentukan lokasi yang akan digunakan shooting berdasarkan diskusi dengan penata fotografi, penata artistik, dan penata suara.
  • Sutradara memastikan lokasi berdasarkan semua aspek teknis

Perencanaan shot, blocking/planning coverage dan staging

  • Sutradara merumuskan dan menyusun director shot pada setiap scene yang ada di skenario.
  • Sutradara membuat ilustrasi staging pemain dan peletakan kamera ke dalam bentuk floor plan.
  • Sutradara membuat storyboard dibantu oleh storyboard artist.

Pra Produksi Final (Final Preproduction)

Sutradara melakukan diskusi/evaluasi bersama-sama dengan kru dan pemain utama untuk persiapan shooting yang terkait dengan teknis penyutradaraan dan artistik.
5

Tahap Produksi

  1. Berdasarkan breakdown shooting, sutradara menjelaskan adegannya kepada astrada (asisten sutradara) dan kru utama lainnya tentang urutan shot yang akan diambil (take).
  2. Mengkoordinasikan kepada astrada untuk melakukan latihan blocking pemain yang disesuaikan dengan blocking kamera.
  3. Sutradara memberikan pengarahan terhadap pemain apabila dirasa kurang dalam akting.
  4. Sutradara mengambil keputusan yang cepat dan tepat dalam hal kreatif apabila ada persoalan di lapangan.
  5. Melihat hasil shooting.

1

Tahap Pasca Produksi

  1. Bila ada catatan khusus dari laboratorium (untuk produksi film) atau editor, sutradara melihat dan mengevaluasi hasil shooting/materi editing.
  2. Melihat dan mendiskusikan dengan editor hasil rought cut dan fine cut.
  3. Melakukan evaluasi tahap akhir dan diskusi dengan penata musik tentang ilustrasi musik yang telah dikonsepkan terlebih dulu pada saat pra produksi.
  4. Melakukan evaluasi dan diskusi jalannya mixing berdasarkan konsep suara yang telah ditentukan pada saat pra produksi.
  5. Berdasarkan konsep warna yang telah ditentukan pada saat pra produksi, sutradara melakukan koreksi warna di laboratorium/studio, setelah berdiskusi dengan produser dan penata fotografi.

4

Apa Saja Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Sutradara?

Tidak seperti sebagian aktris, aktor, maupun penulis yang biasanya terlahir dengan bakatnya, seorang sutradara harus mempelajari sisi kreatif dan teknis dari pekerjaan yang digelutinya melalui :

  1. Observasi dan tentu saja praktek.
  2. Sutradara juga harus belajar dengan cara menonton film-film karya sutradara yang lain.
  3. Calon sutradara juga bisa belajar dengan memperhatikan cara sutradara lain bekerja di lapangan
  4. Pengetahuan tentang penyutradaraan juga bisa diperoleh dari membaca buku-buku tentang film atau mengikuti pendidikan sinematografi bisa berupa kursus atau pendidikan formal
  5. Satu hal yang pasti, tempat berlatih yang baik bagi calon sutradara adalah industri film itu sendiri. Intinya, terjun langsung dalam dunia film adalah pelatihan terbaik.

Sutradara bertanggung jawab untuk sisi kreatif dari sebuah produksi. Tanggung jawab sutradara berbeda-beda tergantung jenis produksi. Sutradara mengaudisi aktor, mengelola latihan, menyetujui elemen desain seperti setting, kostum, make-up, gambar yang dihasilkan komputer dan membantu aktor dan artis menginterpretasikan naskah. Meskipun sutradara umumnya mengikuti pendidikan penyiaran, pembuatan film dan drama, kualitas mereka yang paling penting adalah naluri kreatif di lapangan.

  1. Bekerja sebagai editor, aktor atau penulis skenario. Banyak sutradara mulai bekerja sebagai aktor, penulis atau pekerjaan terkait pembuatan film, dan kemudian memulai karier mereka sebagai sutradara. Hal ini akan memberi Anda pengalaman langsung dalam apa yang diperlukan untuk membuat film yang baik, serta dalam memahami peran dan tanggung jawab sutradara.
  2. Membantu sesama sutradara. Mulai sebagai asisten sutradara atau sebagai pembantu sutradara. Dengan demikian Anda bisa magang sekaligus mempunyai pengalaman yang bisa anda gunakan dalam membuat karya. Dan, yang penting akan menambah CV Anda.
  3. Membuat film sendiri. Banyak sutradara memulai karier mereka dengan mengikuti festival film untuk produksi rendah anggaran. Hal ini dapat memberikan publisitas dan merupakan lompatan pada karir Anda.
  4. Dapat membimbing semua komponen,bersedia bekerja sama,dan harus aktif dan kreatif
  5. Memahami benar konsep cerita,memahami siatuasi lingkungan maupun psikologis para pelibat produksi,dan juga harus memahami bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan semua pelibat produksi
  6. Mempunyai wawasan yang tinggi dalam membuat film dan tentang tentang sejarah – sejarah film.
  7. Memiliki kepekaan yang tingggi terhadap cara – cara pengambilan gambar

“The fact is, you don’t know what directing is until the sun is setting and you’ve got to get five shots and you’re only going to get two.” – David Fincher

Referensi:
http://www.idseducation.com/articles/tugas-seorang-sutradara/
http://nisamertha.blogspot.com/2012/06/syarat-menjadi-sutradara.html




Leave a Reply

Your email address will not be published.