Mari Kita Tumpas Habis Review Movie Batman v Superman: Dawn of Justice

45

batman

well, akhirnya yang ditunggu-tunggu selama ini, live action DC universe movie is finally happening!
hmm, gimana filmnya? bagus gak? kok di RT skornya ancur banget yah? kok jadi kubu-kubuan gitu sih, beberapa bilang bagus, beberapa bilang ancur?
well, i have to say, this movie didn’t dissapoint me at all! bahkan bisa dibilang film ini jauh lebih bagus dari beberapa film Marvel yang ratingnya di RT malah jauh lebih tinggi.

oke kita mulai aja ya in depth reviewnya hehe

film ini dibuka dengan opening credit yang menurut ane indah banget! yupp, masih pada inget opening creditnya ‘Watchmen (2009)’ yang juga di sutradarai oleh Zack Snyder? di film BvS ini bisa dilihat kalau Snyder memutuskan untuk menggunakan kembali style opening credit yang mirip seperti Watchmen. Dengan ciri khas ‘slowmo’ dari Snyder, diiringi background music yang sangat indah oleh Hans Zimmer dan Junkie XL, ane rasa, opening credit ini benar-benar indah, dan menyentuh.

 

The Story

well, Chris Terrio nailed it! paling engga disini keliatan lah, cerita yang disajikan tidak terlihat murahan, dan Terrio telah membuktikan kalau dia adalah penulis yang ‘pernah’ menenangkan Oscar! dibantu oleh David S. Goyer dan sedikit revisi dari Ben Affleck, the Batman Himself, ane rasa kualitas cerita dari film ini bukanlah cerita kelas popcorn movie seperti yang dimiliki oleh kebanyakan film Marvel. Well, disamping itu, bukan berarti cerita film ini bisa dibilang sempurna. Actually, masih banyak kekurangan yang ada disini, seperti ane rasa mereka terlalu rushing mengejar ketertinggalan dari Marvel yang memang sudah start duluan. segala macem easter egg dan cameo di masukin ke sini yang mana terkesan ‘terlalu maksa’, dan dengan pace yang cukup cepat, yang sebagian orang akan mempermasalahkan hal tersebut (ane sendiri jujur tidak mempermasalahkan fast pace di film ini), dengan cerita yang sangat padat dan so so predictable, dan yang membuat ane kecewa adalah terdapat beberapa scene yang ane rasa tidak dibutuhkan sama sekali, dan hanya membuang-buang waktu saja yang malah membuat beberapa boring spot. dan tidak lupa, menurut ane salah satu kelemahan terbesar di film ini adalah, too much plot hole, yang mana orang yang tidak membaca komik pastinya akan mempermasalahkan hal ini. mungkin juga ini yang membuat banyak kritikus-kritikus di RT yang tidak suka dengan film ini. but overall, ane tidak terlalu mempermasalahkan cerita, karena Zack Snyder dan tim sudah mengemas film ini dengan cukup baik dengan style cut kasar yang membuat banyak penonton kecewa, tapi menurut ane, that’s new, and that’s fine.
 
The Story score: 7 / 10 (it’s okay)
 
The Music

dua composer yang sangat hebat berkolaborasi di film ini. yup, Hans Zimmer dan Junkie XL, saat tahu bahwa mereka berdua akan mengkompos musik untuk film ini, jujur ane seneng kegirangan dan gak sabar menunggu untuk mendengar hasilnya. dan ternyata, it’s really-really beautiful! track yang bener-bener membuat ane tercengang adalah tema dari kemunculan Wonder Woman dan tema Lex Luthor yang mana bener-bener membuat kita gak bisa berpaling dari musiknya. the new Batman theme juga sangat tidak mengecewakan, i love it! dan ada satu track yang benar-benar berhasil mengharukan suasana saat final battle, menggunakan nada yang sama dengan track “If You Love These People” dari film Man of Steel, yang kali ini di kompos ulang dengan suasana yang lebih intens, dengan judul track “This is My World”, dan itu bener-bener ngena sampe bikin ane sedikit terharu dan ane yakin kebannyakan penonton juga mmerasakan hal yang sama juga.
well, soundtrack film ini benar-benar memberitahu kalau ini adalah sequel dari Man of Steel, dengan beberapa sentuhan baru yang ane rasa terdapat sedikit influence elemen dari soundtrack Spider-Man trilogi (Dir. Sam Raimi) yang di kompos oleh Danny Elfman, dan tentunya juga terdapat beberapa elemen khas dari Junkie XL (Mad Max: Fury Road, Deadpool), walaupun ane akui, soundtrack film ini tidak semegah Fury Road, tapi sama sekali tidak mengecewakan!

The Music score: 9 / 10 (outstanding!)

 
The Acting

Gal Gadot as Wonder Woman, well, jujur aja, sebenernya aktingnya biasa aja, cuman entah kenapa kharisma nya sebagai Wonder Woman just fit with her. dan saat kemunculan pertamanya suit up as Wonder Woman, everyone like “Holy Shit!! she was awesome!!”
Jesse Eisenberg as Lex Luthor, well, i love how he act, but that person he potray is not Lex Luthor. gimana ya.. keren sihh jujur aja, villain-villain model-model pshycotic dan insane itu emang menjual dan ane rasa sangat keren, tapi setau ane Lex itu karakternya lebih dingin dan gak blak-blakan kaya yang ada di film ini. tapi gak masalah sih, aktingnya gak ngecewain juga kok, actually i think he’s
really-really great!
Ben Affleck, He’s the Batman, no doubt, even at some poin he’s better than Bale’s version. aktingnya ane rasa gaperlu diragukan lah.

tiga itu aja sih yang mau ane bahas haha, yang lainnya biasa-biasa aja

 
The Snyder Problem:
nah, akhirnya ini dia pembahasan yang ane tunggu-tuggu, hehe.

pertama, CGI. sekarang ane mau sedikit flashback ke film-film Snyder sebelumnya. 300, Sucker Punch, Man of Steel, get it yang ane maksud ga? yupp, ngerasa gak sih, Snyder selalu memiliki ciri khas di filmnya dengan memliliki atmosfir/suasana yang sama? and we all know that atmosfir thing was suck right? dari ketiga sample film yanng ane sebut diatas, CGI fight scenenya juga sangat mengecewakan, gimana ya.. bingung deskripsiinnya wkwk, pokoknya ancur lahh, kalo yang udah nonton ketiga film itu pasti ngeh sih hehe. intinnya ane dan sebagian besar orang setuju kalau ini adalah salah satu kelemahan Snyder, and the problem is, “why the fuck he keeps doing it?”.
but in this one, Batman v Superman, somehow ane melihat perubahan besar pada Snyder! bisa dilihat dari lebih banyaknya penggunaan practical effect, yang memang telah menjadi tren di beberapa tahun terakhir ini (Ridley Scott, Christopher Nolan, Star Wars Ep. VII, dll.). well, walau begitu, tetep aja sih masih keliatan banyak spot yang menggunakan atmosfir khas Snyder, dan juga banyak spot yang CGI nya cukup buruk. di samping semua itu, ane gak terlalu mempermasalahkan CGInya, because it’s still fine.
CGI score: 7 / 10 (it’s fine)

kedua, ciri slowmo & force zooming khas dari Zack Snyder. haha, ini emang udah ciri khas banget lah ya. and somehow, in this one, terlihat sekali kalau Snyder sudah mengurangi porsi slowmo & zooming tersebut. and yes, the movie is still beautiful without that crap!

terlihat disini, kalau kali ini Snyder benar-benar mendengarkan para fans! mungkin dia udah muak selama ini selalu di caci maki, dan terlihat disini kalau dia benar-benar try hard untuk mengembalikan namanya yang rusak, terutama setelah Man of Steel kemarin. and i think that’s a good start! while people keep hating that he will direct next year’s Justice League, i mean, actually he’s okay, why not just give him a try?

 
The Justice League thing

well, tidak bisa dipungkiri, sejak diberitakan kalau akan ada cameo dari member-member justice league, semua fans pasti langsung tidak sabar untuk menonton dan melihat penampakan anggota justice league dalam live-action movie! tapi disini ane mau ngasih tau aja, jangan harap kalo mereka-mereka itu akan berperan besar dalam film ini. kemunculan mereka bahkan cuman beberapa detik dan itupun tidak terlalu penting. disini mereka itu cuman cameo, yes, CAMEO. kalo ada yang takut “Gila yakali semua anggota Justice League langsung di keluarin di film ini, apa gak keramean? apa itu gak bakal ruining the movie itself?” jawabannya, tenanng aja gan, inti dari film ini tetap terjaga, yaitu konflik antara Batman, Superman, dan Lex Luthor. Wonder Woman pun bahkan seperti hanya jadi tambahan warna yang turut meramaikan film ini, hehe.

cameo yang benar-benar bikin mulut ane ternganga adalah saat kemunculan pertama Flash, Fu*uckk!, just breathtaking! untuk yang mengerti komik/animasinya you won’t believe that reference! dan juga kemunculan Aquaman yang cukup membuat para penonton super penasaran, like, “fuck you Snyder, just give us Justice League movie already!”

Pros & Cons

+ the storyline is fine
+ gives some gosebumbs & nerdgasm to the fans
+ the soundtrack is just outstanding
+ Zack Snyder is a change man now

– too much plot hole
– the last (literary the last) scene make the movie looks ‘cheap’
– at some scene, the CGI is too bad
– terkesan terlalu memaksakan dan terburu-buru untuk set up Justice League

Final Thought
film ini adalah permulaan yang baik bagi DC universe yang baru. dan menurut saya, film ini sama sekali tidak mengecewakan. walaupun banyak kekurangan sana-sini, but it’s fine and i’m still enjoying watch it. mungkin para kritikus-kritikus itu hanya muak dengan maraknya film-film superhero yang menjadi tren sekarang. i mean, it’s feels like this is not fair, why almost all Marvel movies always get a good score from the critics? is it conspiracy? bahkan rating Man of Steel di RT lebih tinggi dibanding rating BvS, yaitu 56% (BvS 30%). i mean, c’mon man, terlihat jelas disini bahwa kualitas BvS jauh lebih tinggi dibanding Man of Steel. then W T F is going on right here?!

overall, this movie is fine, mungkin para kritikus itu memberi skor rendah karena mereka tidak tahu tentang apa yang akan terjadi pada plot hole plot hole yang dibiarkan teruka lebar disini, dan mereka juga mungkin tidak mengerti apa yang ada di komik dan apa yang para fans inginkan dari komik. disamping itu, seharusnya para filmaker juga mempertimbangkan untuk tetap mengutamakan elemen-elemen yang harus ada pada sebuah film agar film tersebut tetap memiliki kualitas di mata kritikus dan pecinta film non superhero / non comicbook fans.

First Impression
awal => beautiful & amazing!
tengah => cukup menarik
ending => amazing & just can’t wait to Justice League already!

Final Score: 7.7 / 10