Gavin O’Connor Sutradarai Proyek Reboot The Green Hornet

45

gavin-oconnor-green-hornet

Masih ingat dengan film The Green Hornet yang rilis pada tahun 2011 lalu? Nah, kali ini Paramount Pictures dengan Chermin Entertainment akan bertanggung jawab untuk menggarap kembali film action comedy yang satu ini. Diberitakan melalui tim Deadline, proyek reboot The Green Hornet akan ditangani oleh sutradara di balik The Accountant, Gavin O’Connor.

Film reboot ini berencana untuk mengubah image karakter utama, Britt Reid, menjadi karakter protagonis yang lebih edgy dan modern. Dengan naskah yang ditulis oleh Sean O’Keefe, O’Connor juga akan bertindak sebagai produser bersama dengan Cherning Entertainment.

“Saya (O’Connor) sangat bersemangat untuk membawa The Green Hornet ke abad 21 dengan cara yang masuk akal, (yaitu dengan) membuatnya menjadi lebih modern, sehingga bisa diterima oleh semua generasi baru. Keinginan saya adalah untuk membawa keseriusan dari The Green Hornet untuk menghilangkan efek humor dan kuno dari proyek sebelumnya. Saya mau mereka ulang mitologi The Green Hornet dalam konteks yang kontemporer dengan penekanan pada cerita dan karakter.”

Baca Juga: [Kuis] Dapatkan Anda Menebak Judul Film Animasi Ini?

The Green Hornet pertama kali muncul dalam bentuk serial radio pada tahun 1930-an. Kemudian di tahun 1940-an, The Green Hornet dibuat serial komiknya dan pada tahun 1960 dibuat serial televisinya. Dibintangi oleh Van Williams dan Bruce Lee, serial The Green Hornet mengisahkan tentang karakter bernama Britt Reid, seorang penerbit surat kabar kaya raya yang melakukan perlawanan terhadap kejahatan. Sebagai bentuk penyamaran dia selalu mengenakan topengnya. Tidak hanya sendiri, Reid melawan para penjahat bersama dengan rekan setianya yang ahli bela diri bernama Kato.

Film The Green Hornet yang rilis pada tahun 2011 diproduksi oleh Columbia Pictures. Disutradarai oleh Michel Gondry, film ini dibintangi oleh Seth Rogen (Neighbors 2: Sorority Rising, Steve Jobs) sebagai Reid dan Jay Chou (Initial D, Curse of Golden Flower) sebagai Kato. Meski meraih sukses dalam box office, proyek ini memiliki beberapa masalah di balik layarnya. Dari merangkul sutradara yang terbiasa bekerja secara independent sampai pasangan penulis yang tidak memiliki pengalaman untuk film blockbusters yang berbiaya besar.