[FACE 2 FACE] Dante’s Peak (1997) vs Volcano (1997)

106

Dante’s Peak (1997) vs Volcano (1997)

Twin films adalah istilah untuk menyebut dua atau lebih film bertema sama yang diproduksi oleh studio yang berbeda. Meski kasusnya tidak sering, twin films terkadang dirilis dalam waktu yang berdekatan. Dan, selalu menarik untuk membandingkan kedua film tersebut. Menjelang perilisan San Andreas yang bertema disaster, maka menarik untuk membahas twin films bertema sama. Pilihannya jatuh pada Dante’s Peak (1997) dan Volcano (1997), dua film yang sama-sama menghibur namun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ingin tahu jelasnya? Mari kita bandingkan dalam empat kategori penilaian: Story, Acting, Special Effect, dan Budget/Gross.

Story. Dari segi cerita, kedua film mengambil pendekatan yang berbeda. Dante’s Peak memfokuskan cerita ke dalam lingkungan yang kecil, yakni bagaimana usaha sebuah keluarga untuk dapat bertahan hidup ketika letusan gunung vulkanik menimpa kota kecil di Washington, sedangkan Volcano mengambil skala yang lebih luas dengan mengetengahkan usaha seorang kepala badan penanggulan bencana dalam membantu mengevakuasi warga Los Angeles dan putri kandungnya ketika letusan gunung melanda kawasan elit tersebut. Keduanya menampilkan cerita yang menengangkan sekaligus menghibur dengan unsur keluarga yang kental di dalamnya. Keduanya layak mendapat nilai yang seimbang.

Acting. Dari segi pemeranan, Dante’s Peak yang digawangi oleh nama-nama populer seperti Pierce Brosnan dan Linda Hamilton sebenernya berperan cukup baik. Kepanikan yang dialami oleh keduanya pun dapat terasa pada penonton. Namun, bila dibandingkan akting Tommy Lee Jones dalam Volcano yang sangat total dan heroik, maka penilaian yang terbaik layak jatuh padanya. Salah satu adegan yang paling berkesan dalam filmnya adalah ketika Mike Roark (karakter yang dimainkan Lee Jones) berusaha menyelamatkan putrinya ketika lahar hampir mengenai mobil yang dikendarainya. All hails Lee Jones

Special Effect. Tidak mungkin membicarakan film disaster tanpa special effect di dalamnya. Dalam hal ini, kedua film menampilkan special effect yang ciamik (pada masanya). Volcano bahkan tampil ‘centil’ dan sedikit lebay dengan efek gunung vulkanik yang sering muncul dalam filmnya. Namun, tidak adil jika menilai dari sisi teknis saja. Perlu ada keakuratan dalam menampilkan bencana tersebut. Dan menurut penilaian dari para peniliti bencana alam, Dante’s Peak lebih akurat bila dibandingkan dengan Volcano. Maka, kategori ini layak dimenangkan oleh film yang disebut pertama.

Budget/Gross. Dari segi box office, Dante’s Peak sedikit lebih unggul dari Volcano. Diproduksi dengan bujet sebesar $116 juta, film garapan Roger Donaldson tersebut berhasil meraup pendapatan sebesar $178,127,760 yang membuat filmnya meraih keuntungan sebesar $62 juta. Sedangkan Volcano yang dibuat dengan biaya sebesar $90 juta sanggup mengumpulkan pendapatan sebesar $122,823,468 yang membuat filmnya hanya meraih keuntungan sebesar $32 juta. Usai membandingkan keempat kategori penilaian di atas, Dante’s Peak berhasil unggul dari Volcano, meski secara kualitas, keduanya sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda.

Dante’s Peak    Film                 Volcano

3                      Story                 3

3                      Acting               3,5

3,5                   Special Effect     3

3,5                   Budget/Gross     3

3,5                   Final Score        3